Busana Memberi Imej Seseorang Persiapkan Dengan Dini Pernikahan Anda Menunda Menikah ? Ketika Hari 'H' Semakin Dekat Hilangkan Mitos-Mitos Kuno Mengenai Perkawinan Ajak Dia Berkomitmen Lebih Jauh Tips Wajah Cantik 10 Jurus Meningkatkan Kemesraan Jalan Menuju Kebahagiaan Menggapai Hubungan yang Sehat |
|
Busana Memberi Imej Seseorang
Tidak berlebihan jika penampilan seseorang memberikan pengaruh atau dapat menunjukkan
jati diri seseorang. Dengan penampilan baik dan sesuai dapat memberikan nilai tambah bagi dia.
Demikian sebaliknya, mereka yang penampilannya sembrono, bisa memberi imej buruk.
Seorang pengamat, Sean Cusack mengamati pentingnya berbusana bagi seseorang yang dalam memberikan
penilaian dan menentukan perilaku orang. Tidak lepas dari sisi pria dan wanita.
Secara umum wanita selalu memilih busana lebih rapi dan lengkap, dibandingkan kaum pria.
Meskipun hal ini bisa menunjukkan keaslian dan ekspresi diri seseorang, wanita secara tidak sadar
terdorong untuk menjadikan dirinya sebagai obyek bagi kaum pria. Hal itu semakin mendorong
kaum pria untuk memandang wanita sebagai obyek.
Kaum pria secara visual menilai dan mengklasifikasikan wanita dengan memfokuskan pada perilaku
yang ditunjukkan sebelumnya dan hal ini memberikan rintangan besar yang harus diatasi untuk
dapat mematahkan perilaku stereotipikal.
Efek cara berbusana wanita ini sulit dipatahkan sekalipun pada cara pakaian modern yang
lebih banyak menunjukkan kecenderungan pria untuk lebih memperhatikan pada daya tarik fisik
hampir sebagai tanggapan spontan.
Oleh karena itu, wanita yang mengenakan busana konvensional terlihat cantik (atau tidak),
namun bila mereka meniru gaya berpakaian pria, meskipun dianggap sebagai tindakan penentangan,
mereka sering dinilai dari sudut keseksian.
Jika mereka meniru gaya pakaian pria yang tidak resmi atau kasual mereka mungkin dianggap
‘orang yang suka berlagak’ atau memang ingin beda. Apapun yang mereka lakukan,
persepsi dominan ini tergantung pada kaca mata yang melihat.
Namun, cara berbusana seperti kaum pria dianggap sebagai etika menyesuaikan dengan
bidang kerja yang fungsional (formal, sportif, casual). Namun bila pria meniru gaya
busana wanita tradisional atau menggunakan kain, sarung dll, mereka terlihat aneh.
Pria tidak berdandan, jika pun mereka berdandan bukan untuk menyenangkan pihak lain!
Untuk menghilangkan faktor-faktor seperti dominan, respon emosional (agresif, daya tarik) dll,
cobalah melihat foto pria dan wanita dengan usia, tinggi, ukuran, pose dan cara pakaian yang sama.
Namun mungkin akan menarik bila kita mengulang dengan berbagai model dengan berbagai ukuran
dan usia untuk mengamati pentingnya pakaian dalam menentukan perilaku seseorang.
Bagaimanapun, fungsi busana didasarkan pada pembentukan image dan bagaimana orang menawarkan
gagasan mengenai dirinya dihadapan orang lain.
|